TOP News
Home » Regional » Pencak Dor, Pertarungan Bebas MMA Versi Kediri dan Blitar.
(img:google/search)

Pencak Dor, Pertarungan Bebas MMA Versi Kediri dan Blitar.

Seperti yang Diwartakan dari laman brilio(dot)net. Bagi warga Kediri dan Blitar tradisi Pencak Dor atau tarung bebas ini boleh dibilang solusi tawuran buat kalangan remaja ala Kediri dan Blitar. Pencak Dor sendiri diinisiasi oleh almarhum Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Tujuannya adalah terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda. Namun sebenarnya pendirian arena Pencak Dor dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum kala itu akan maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri dan Blitar. Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban Bahkan Kematian.

Oleh karena itulah Gus Maksum ingin membuat arena untuk bertarung satu lawan satu secara fair. Jadi segala perselisihan yang dihadapi bisa terselesaikan dengan adil tanpa menguras rasa persaudaraan. Meski jadi arena tarung bebas namun rupanya tradisi ini sangat digemari oleh masyarakat Kediri dan Blitar. Setiap kali acara ini digelar pasti dipadati oleh ratusan hingga ribuan penonton.

Pencak Dor mulai sendiri muncul sejak era 60an ini dan masih sangat digemari masyarakat Kediri dan Blitar. Para pendekar yang akan bertarung biasanya dipertemukan dalam gelanggang Pencak Dor ukuran 8 x 4 meter. Sekilas, gelanggang Pencak Dor mirip dengan ring tinju. Bedanya jika ring tinju dikelilingi dengan tali, Pencak Dor dikelilingi batang bambu sebagai pembatas tepi untuk arena pertarungan.

Suasana latihan Silat para Santri untuk persiapan mengikuti turnamen Pencak Dor (img: liputan6/balgo marbun)

Jika sudah mulai bertarung, suasana memanas juga sampai dirasakan para penonton. Adu jotos tak terelakkan, melakukan tendangan atau bantingan. Dan jika salah satu kalah maka wasit akan memilih siapa yang terbaik dan dinyatakan menang.

Pencak Dor (img: nu.or.id)

Yang paling unik, adalah Pencak Dor ini meraka tidak mendapatkan upah. Upah yang mereka terima adalah sepiring nasi dan dianggap sebagai berkah pertandingan. Pencak Dor ini sekaligus sebagai adu gengsi. “diatas lawan, dibawah kawan” itulah pedoman para pendekar Pencak Dor.

Advertisement

Comments

EDITOR CHOICE