TOP News
Home » Peristiwa » Penjelasan Syarat-Syarat Puasa Ramadhan

Penjelasan Syarat-Syarat Puasa Ramadhan

Diwarta.comBulan ramadhan akan datang sebentar lagi, kita sebagai umat muslim pasti sudah tahu kewajiban apa saja yang harus dilaksanakan pada bulan mulia ini. Puasa adalah salah satu ibadah wajib yang harus dijalankan oleh semua umat muslim terkecuali mereka yang mendapat dispensasi untuk tidak melaksanakan.

Kewajiban melaksanakan puasa ramadhan ini telah di perintahkan Allah melalui sepenggal surah Al-Baqarah yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kalian sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Wajib bagi orang-­orang yang berat menjalankannya, (jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, itulah yang lebih baik baginya. Berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-­penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Oleh karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia ber­puasa pada bulan itu, dan barangsiapa yang sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggal­kan itu pada hari-hari yang lain. Allah meng­hendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak meng­hendaki kesukaran bagi kalian. Hendaklah kalian mencukupkan bilangan (bulan) itu dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberi­kan kepada kalian supaya kalian bersyukur.” [Al-Baqarah: 183-185]

Dari ayat diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kewajiban puasa ramadhan ini sudah ada sejak zaman dahulu. Kali ini kita akan mempelajari apa saja syarat-syarat puasa . Wajib untuk kita mengetahui sebelum datangnya bulan ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Syarat wajib puasa ramadhan
1. Islam
2. Berakal
Berakal sehat merupakan syarat wajib kedua untuk menjalankan puasa ramadhan.
3. Baligh
Baligh adalah masa dimana anak-anak sudah mulai tumbuh dewasa dan ia sudah bisa membedakan antara hal yang baik dan buruk.
4. Mengetahui akan wajibnya puasa

Syarat wajib pelaksanaan puasa ramadhan
1. Sehat jasmani dan rohani
Sehat merupakan nikmat Allah yang tiada bandingannya, menjadi salah satu syarat wajib penunaian puasa ramadhan sehat jasmani dan rohani menang sangat penting. Dimana kita pasti akan mudah dan lancar menjalankan kewajiban kita kepada Allah ini dengan lancar.

2. Menetap atau tidak sedang bepergian
Allah memang memberikan suspensi tidak berpuasa kepada siapa saja yang melakukan perjalanan, namun dengan syarat jarak yang di tempuh lebi dari 80 km.

3. Suci dari haid dan nifas
Hal ini telah di terangkan dalam salah satu hadist, bahwa suatau hari ada seorang perempuan yang bertanya kepada salah satu istri Rasulullah SAW, ‘Aisyah R.A mengenai hukum puasa bagi orang yang sedang haid atau nifas. Lalu beliau menjawab sebagai berikut:
عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

Dari Mu’adzah dia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.”

Syarat sah puasa ramadhan
1. Suci dari haid dan nifas
Haid dan nifas menjadi syarat sah dan syarat wajib melakukan puasa ramadhan.
2. Niat
Niat merupakan dasar dari hal apapun, tanapa niat kita psti tidak aan berhasil melakukan segala sesuatu. Seperti halnya puasa ramadhan, niat adalah slah satu syarat wajib sebelum berpuasa. Seperti yang di jelaskan oleh An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Syafi’iyah- yang mengatakan,

لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan. Masalah ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.”

Dari keterangan diatas kita bisa mngambil kesimpulan bahwa niat itu terlretak pada hati, bukan di mulut.

Semoga Apa yang kita pelajari mengenai syarat-syarat puasa diatas bisa bermanfaat untuk kita semua, dan semoga kita juga bisa melaksanakan kewajiban puasa ramadhan tahun ini tanpa suatu halangan apapun.

Image result for syarat rukun puasa

Advertisement

Comments

EDITOR CHOICE