TOP News
Home » Peristiwa » 4 Larangan Sebelum Puasa Ramadhan

4 Larangan Sebelum Puasa Ramadhan

Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dimana amal ibadah umat islam akan dilipat gandakan. Bulan yang hanya datang sekali saja dalam setahun. Umat islam sangat menanti-nanti datangnya bulan ramadhan karena kebaikan yang dilakukan dengan hati yang ikhlas akan diberikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Allah SWT akan memberikan banyak pahala di bulan ramadhan. Salah satu contoh yang akan diberikan pahala adalah tidur. Ketika bulan ramadhan tidur akan mendatangkan pahala dari Allah SWT, karena tidur akan dihitung dengan ibadah. Bulan ramadhan bukan berarti kita harus bermalas-malasan dan hanya tidur saja.

Selama bulan ramadhan apapun kegiatan yang bertujuan baik akan dicatat dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Dengan demikian Allah juga akan memberikan larangan di bulan puasa ramadhan dalam menyambut bulan suci yang penuh berkah tersebut.

Larangan Bulan Ramadhan

1. Larangan mengawali puasa ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari.

Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah -radhiallohu anhu- Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda:
لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَنْ يَكُوْنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ

Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului puasa ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali bia dia telah terbiasa berpuasa dengan suatu puasa, maka hendaklah ia berpuasa pada hari itu. (HR. al-Bukhari & Muslim)

2. Larangan berpuasa tanpa diawali dengan niat di malam harinya.

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tiada puasa baginya. (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa`i)

3. Larangan membatalkan puasa dengan sengaja tanpa sebab syar’i.

Dari Abu Umamah al-Bahili -rahimahullah- , ia berkata:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِيْ رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبعِيْ فَأَتَيَا بِيْ جَبَلاً وَعْرًا فَقَالاَ لِي: اِصْعَدْ، فَقُلْتُ: إِنِّي لاَ أَطِيْقُهُ، فَقَالاَ: إِنَّا سَنُسَهِّلُهُ لَكَ، فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ إِذَا أَنَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ، فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ اْلأَصْوَاتُ ؟ قَالُوْا: هَذَا عَوَى أهلِ النَّارِ، ثُمَّ اِنْطَلَقَ بِيْ فََإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلِّقِيْنَ بِعَرَاقِيْبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قَالَ: قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قاَلَ: هَؤُلاَء الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Saya mendengar Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Ketika aku sedang tidur, datang dua orang lelaki, mereka memegang tanganku kemudian membawaku ke gunung yang susah dilalui, kemudian keduanya berkata: Naiklah! Maka aku katakan: Aku tidak mampu menaikinya. Lalu keduanya berkata: Kami akan memudahkannya bagimu. Lalu aku pun menaikinya, hingga aku sampai pada puncak gunung itu, tiba-tiba terdengar suara keras. Aku bertanya: Suara apakah ini? Mereka menjawab: ini adalah lolongan (teriakan) penghuni neraka. Lalu aku dibawa, tiba-tiba aku mendapati suatu kaum terbelenggu urat-urat di atas tumit mereka, robek-robek rahang mereka, darah mengucur dari rahang-rahang mereka. Beliau berkata: Aku bertanya: Siapakah mereka itu? Ia menjawab: mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum selesai puasa mereka.”

4. Larangan berpuasa sebelum melihat hilal.

Dari Abdullah bin Umar -radhiallohu anhuma, Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda:
لاَ تَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوْا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوْا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْا لَهُ

Janganlah kalian berpuasa (ramadhan) sampai kalian melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka (berhari raya) sampai kalian melihat hilal, jika awan menutupi hilal maka sempurnakanlah bulan (menjadi 30 hari). (HR. al-Bukhari & Muslim).

Sangat disayangkan jika bulan ramadhan tidak berbuat baik, karena pahala yang diberikan sangatlah mewah. Dengan banyaknya pahala yang berlipat ganda Allah SWT juga memberikan larangan untuk umat muslim. Agar kita tidak terjerumus dalam larangan Allah SWT dan dosa yang juga akan berlipat ganda, sebaiknya kita harus menjauhi larangan tersebut agar kita nanti dapat selamat dunia dan akhirat.

Image result for larangan bulan ramadhan

Advertisement

Comments

EDITOR CHOICE