TOP News
Home » Travel » 4 Ikan Hias Paling Lucu Termahal Di Dunia

4 Ikan Hias Paling Lucu Termahal Di Dunia

Di dunia ini kita dikelilingi banyak hewan yang berada di daratan maupun di lautan. Hewan yang hidup di lautan juga sangat banyak sekali nama dan bentuknya. Biasanya hewan yang hidup di air identik dengan bentuk yang lucu.

Hewan yang berbentuk lucu di lautan yang sering dikoleksi manusia adalah ikan. Ikan banyak sekali macamnya. Bentuk ikan yang lucu dan unik akan membuat banyak orang terkesan dan ingin merawatnya dengan penuh cinta.

Jika mendengar tentang ikan hias telinga akan mendengar dan mata langsung ingin melihatnya. Ikan hias Ada yang berasal dari perairan air tawar dan ada juga yang habitat awalnya berada di laut. Biasanya, kedua jenis ikan hias tersebut berbeda dalam hal pemeliharaan. Perbedaan ini terletak pada pemilihan akuarium, jenis air, dan pakan yang diberikan. Ternyata di dunia ini ada beberapa ikan hiasa yang harganya sangat menguras kantong. Penasaran?

Ikan Hias Termahal Di Dunia

1. Ikan Polka Dot Stingray (Rp. 1,3 Milyar)
Ikan hias ini termasuk dalam jenis pari yang hidup di perairan air tawar. Ikan ini dapat ditemukan di sungai Xingu, Brazil. Ikan yang hidup dalam habitat berpasir ini banyak menghabiskan waktu di dasar perairan dan sesekali ke muncul ke permukaan untuk mencari makanan. Menampilkan corak warna hitam dengan tambahan lingkaran kecil berwarna putih kekuningan diseluruh tubuh, membuatnya terlihat semakin unik. Untuk memeliharanya di akuarium, maka dibutuhkan tangki yang lumayan besar dengan dasar pasir. Ikan hias ini dihargai sekitar Rp. 1,3 Miliar.

Image result for Ikan Polka Dot Stingray

2. Ikan Arwana Platinum (Rp. 5,3 Miliar)
Ikan Arwana Platinum, dibagian tubuh ikan ini ditanam semacam chip identitas untuk membedakannya dengan ikan-ikan arwana lainnya. Secara umum, ikan ini menampilkan warna merah, hijau, kuning, dan perak. Corak warna platinum muncul dari hasil mutasi genetik yang sangat langka. Ikan arwana termasuk dalam salah jenis ikan air tawar yang dapat ditemukan di Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Di penangkaran, ikan ini membutuhkan air tawar sebanyak 300 galon dengan banyak makanan hidup seperti cacing dan jangkrik. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 35 inci dengan usia hidup hingga 50 tahun. Mungkin hanya beberapa orang saja di dunia yang dapat memiliki ikan dengan harga luar biasa ini. Ikan Arwana Platinum dihargai sekitar Rp. 5,3 Miliar per ekornya.

Image result for . Ikan Arwana Platinum termahal

3. Ikan Peppermint Angelfish (Rp. 400,8 Juta)
Ikan hias yang sangat langka, ditampilkan pertama kali didepan publik pada tahun 2012 setelah sebelumnya berhasil ditemukan oleh ekspedisi tim penelitian dari Smithsonian Institute. Termasuk dalam jenis ikan yang hidup di perairan yang sangat dalam. Dibutuhkan kendaraan khusus untuk dapat menyelaminya. Ikan ini menampilkan corak warna garis-garis merah dan putih. Siapkan uang sekitar Rp. 400,8 Juta rupiah agar dapat mengoleksinya di akuarium pribadi.

Image result for Ikan Peppermint Angelfish

4. Ikan Bladefin Basslet (Rp. 133,6 Juta)
Bentuknya sangat kecil dan lucu dengan ukuran tubuh rata-rata hanya sepanjang 1,5 inci. Ikan ini dapat ditemukan hidup di karang-karang sekitar perairan dalam Karibia. Ukuran yang sangat kecil, membuatnya sangat sulit untuk ditemukan. Tempat hidupnya di perairan dalam yang minim cahaya. Para penyelam membutuhkan peralatan khusus agar dapat menangkap ikan ini. Mungkin inilah yang membuat harga ikan hias Bladefin Basslet tergolong tinggi. Kita harus membayar sekitar Rp. 133,6 Juta untuk membawanya pulang.

Image result for Ikan Bladefin Basslet

Tidak hanya benda saja yang dibanderol dengan harga mahal, tetapi hewan seperti ikan juga ada yang diberi harga tinggi. Memiliki hewan yang unik dan jarang dimiliki orang lain akan membuat kita bangga dan senang. Jika ingin memiliki hewan mahal, kita harus merawatnya dengan baik agar hewan tersebut tidak sakit dan mati. Karena jika hewan yang kita beli dengan harga puluhan juta rupiah mati, maka hati akan terasa sangat menyedihkan

Advertisement

Comments

EDITOR CHOICE