Renungan Dari Sepenggal Surat Iblis

Renungan Dari Sepenggal Surat Iblis

Apakah kita pernah membayangkan pikiran setan itu seperti apa. Pernahkah terpikirkan apa yang mereka rencanakan untuk menghasut dan menjerumuskan kita kedalam golongannya. Seperti yang sudah kita pelajari sejak kita mengenal fondasi agama yaitu jalan dimana kita harus menjauhi bisikan-bisikan setan yang menyesatkan. Kalaupun kita harus tahu bagaimana setan memperdaya manusia berikut ini adalah beberapa isi surat iblis laknatullah yang ditulis untuk manusia.

Hai manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Allah, tidak berselawat, tidak membaca Ayat Kursi dan Kulhu.
Ini bagus sekali kerana waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk membaca Al-qur’an. Sesungguhnya engkau tidak membuang-buang waktu.

Pagi ini aku lihat engkau tidak bangun mengerjakan solat subuh.
Bagus sekali !
Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah sahabatku yang budiman. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan tidurnya. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah sayangku seperti puteri kayangan.

Aku lihat engkau jarang-jarang mengambil wudu’.
Ini bagus sekali kerana engkau tidak membazirkan air dan tidak meninggikan water bill rumahmu. Aku lihat engkau tak pernah membaca Bismillah sewaktu akan makan. Ini bagus, kerana engkau tidak memenatkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut Alhamdulillah. Ini bagus juga. Cukuplah engkau sedawa kuat-kuat seperti lembu.

Hai manusia yang kucintai,
Semalam ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia suruh pergi tanpa engkau memberikan duit sesen ataupun seteguk air. Ini sangat bagus dan terpuji, kerana engkau tidak membuang-buang duit dan tak membazirkan rezekimu yang melempah-ruah yang diberi Allah kepadamu. Engkau seorang yang jimat cermat. Biarlah rezeki engkau untuk kegunaan engkau seorang, untuk menonton wayang, berholiday di Genting dan membeli kemewahan-kemewahan dunia.

Aku lihat bila engkau bertemu dengan sahabat seagamamu, engkau tidak mengucapkan Assalamualaikum. Engkau mengucapkan “Hi Everybody!” Ini bagus juga kerana engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti adab resam orang kafir dan engkau mengerti bahasa Inggris. Tak perlu engkau belajar membaca bahasa Arab kerana ini bukan bahasa antara-bangsa.Engkau telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku.

Duhai manusia,
Di sepanjang Ramadhan nanti, telah lemah seleruh urat sendiku,telah terbakar seluruh jasadku,merintih ku kesakitan, bilasetiap kali ku lihat hamba-hambaNya yang penat berpuasa di malam hari dan menghabiskan waktu malam dengan bertarawikh, berdzikir dan merintih mengenang dosa-dosanya yang lepas, kerana pintu taubat telah dibuka oleh ALLAH dengan seluas-luasnya..

Namun, aku tetap gembira kerana ada diantara kalian yang masih sudi menjadi temanku..melepaskan peluang rahmat ALLAH dengan mengucap perkataan yang sia-sia, mengumpat, tidak bertarawih, malah mencipta persengketaan..
Aduhai tubuh badanku yang terbelenggu telah segar kembali…cukuplah NAFSU manusia sendiri menjadi penyambung tugasku di sepanjang bulan yang dirahmati ini…Di akhirat nanti, engkau dan aku dapat berjalan bersama-sama …. kita berpegang-tangan menuju Neraka Jahannam.

Sahabatmu Yang Tercinta,
Iblis Laknatullah

Dari penggalan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebagai umat beragama kita harus meyakini segala kekuasaan Allah dan berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepadanya. Seperti salah satu kisah nabi Adam AS yang terkena bujuk rayu setan yang melanggar larangan Allah untuk tidak memakan buah Khuldi. Hamba sekelas nabi saja masih bisa terhasut rayuan iblis, lalu bagaimana dengan kita yang hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan setiap harinya. Diwaktu yang tinggal beberapa hari menuju bulan ramadhan ini, marilah kita memperbaiki semua hal yang selama ini masih jauh dari kata benar.

Mulai dari perkataan yang terkadang tidak sengaja kita menyinggung orang lain dan perbuatan yang terkadang juga menyakitkan. Seperti anjuran nabi yang sering kita dengar untuk selalu berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan untuk menjauhi segala sesuatu yang mendekati perzinaan.

Related image