Hukum Melakukan Puasa Bagi Mereka Yang Bangun Kesiangan

Hukum Melakukan Puasa Bagi Mereka Yang Bangun Kesiangan

Diwarta.com – Puasa merupakan salah satu rukun islam yang menjadi syarat apabila seseorang ingin memeluk agama yang rahmatan lil’alamin ini. Sebagai seorang yang beriman, pastinya kita tahu bahwa sebentar lagi kewajiban puasa di bulan ramadhan akan segera tiba. Terlepas dari itu meski tengah menjalankan puasa ramadhan kita juga tetap harus menjalankan kegiatan-kegiatan duniawi seperti halnya bekerja di siang hari. Banyak atau beratnya pekerjaan yang di tanggung di waktu siang terkadang membuat tubuh lelah, lalu di tambah dengan ibadah rutin sholat tarawih serta tadarus Al-Qur’an yang di lakukan di malam bulan ramadhan bisa saja membuat kita kesiangan untuk makan sahur.

Terkadang banyak orang yang meragukan keabsahan puasa ramadhan di siang harinya. Dari situ kita tidak bisa mengambil kesimpulan secara sepihak. Kita lihat dulu, apakah dia telah berniat puasa sebelumnya ataukah belum berniat puasa? Jika seseorang telah melakukan niat puasa ramadhan di malam hari, maka puasa yang ia jalankan tetap sah-sah saja. Namun jika ia terlupa berniat di malam hari, maka puasa yang ia jalankan menjadi tidak sah meski ia harus tetap menjalankan dan wajib mengganti di lain hari.

Hal ini bisa kita lihat dari sepenggal hadist Rasulullah SAW yang menyebutkan hukum puasanya orang yang bangun kesiangan,

”Barangsiapa yang belum niat sebelum fajar maka puasanya tidak sah“. (H.R. Tirmidzi No. 662, Abu Daud No 2908, Nasa’i No. 2291 s.d 2296)

Dari hadist diatas kita bisa menyimpulkan bahwa puasanya orang yang bangun kesiangan itu tidak sah menurut syara’. Meski begitu, berikut adalah tanggapan dan pendapat dari beberapa madzhab.

1. Pendapat Imam Hanafi
Orang yang lupa berniat di malam sebelumnya kemudian kesiangan bangun, lalu langsung berpuasa ramadhan. Dia tidak juga sempat makan sahur. Maka puasanya tetap sah dan tidak perlu dibayar di luar ramadhan. Ketentuan ini berlaku untuk puasa ramadhan dan puasa sunnah. Beda halnya untuk puasa yang sifatnya hutang. Haruslah berniat pada malam harinya.

2. Pendapat Imam Malik
Boleh niat puasa ramadhan setelah terbit fajar yaitu jika benar-benar tidak sengaja untuk bangun kesiangan. Sama seperti Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki pun memberlakukan ketentuan ini untuk puasa ramadhan, maupun puasa sunnah. Bahkan diperbolehkan untuk berniat puasa ramadhan untuk sebulan penuh.

3. Pendapat Imam Syafi’i
Harus tabyīt niat (niat di malam hari), sehingga bila lupa niat di malam hari harus imsāk (tidak makan dan minum dan sebagainya) di siang harinya, selain juga berkewajiban mengqodlo puasanya.

Namun dari beberapa pendapat diatas, para ulama’ modern mengambil kesimpulan jika lebih baik kita berniat setelah maghrib saja dengan begini, kita tetap bisa melanjutkan untuk puasa ramadhan meskipun bangun kesiangan dan tidak sempat makan sahur.

Semoga penjelasan diatas bermanfaat bagi kita semua dan Allah tetap memberikah keberkahan yang melimpah hingga hari raya nanti. Aaamiin

Image result for hukum puasa ketika bangun kesiangan dan belum sempat mandi besar dari 4 madzhab