5 Tips Menjaga Intensitas Kekuatan Otot Saat Berpuasa

5 Tips Menjaga Intensitas Kekuatan Otot Saat Berpuasa 5 Tips Menjaga Intensitas Kekuatan Otot Saat Berpuasa ( img bintang.com )

Memasuki bulan Ramadan, seluruh umat muslim di dunia wajib menjalankan ibadah puasa. Selama kurang lebih 14 jam tubuh tidak akan mendapat asupan apapun. Agar tubuh tidak merasa lemas, lapar, dan dehidrasi diperlukan makan-makanan yang bergizi dan bernutrisi saat waktu sahur tiba.

Bagi Anda yang suka berolahraga atau dalam masa latihan untuk membentuk otot , puasa bukanlah salah satu halangan bagi Anda. Anda harus tetap berlatih dan mengatur pola makan Anda dengan baik supaya kekuatan otot tetap bertenaga. Memang pada saat berpuasa rasa malas berlatih selalu menghinggapi sebagian orang saat berolahraga. Namun disini, saya akan memberi tips bagi Anda yang ingin berolahraga membentuk otot tanpa merasa malas dan selalu semangat dalam berlatih. Inilah 5 Tips yang perlu dilakukan :

1. Jangan Berhenti latihan Selama Berpuasa

Dehidrasi dan perut kosong seringkali membuat Anda malas berlatih. Jangankan untuk berlatih, untuk sekedar beraktivitas saja mungkin sangat berat dilakukan. Tetapi jika Anda berhenti berolahraga dan berlatih, kualitas tubuh dan otot akan menurun kekuatannya. Untuk itu tetap berolahraga dan berlatih seperti hari-hari biasanya. Meskipun tujuan utama latihan beban saat berpuasa bukan untuk pertumbuhan otot, namun ini sangat penting karena dengan terus berlatih secara rutin kualitas pertumbuhan otot kita akan tetap terjaga saat berpuasa. Selain itu kebugaran tubuh menjadi lebih baik saat kita memncoba berolahraga ringan.

2. Sesuaikan Intensitas Latihan

Jika biasanya Anda berlatih dengan beban yang berat , selama bulan Ramadan ini Anda harus mengurangi beban Anda untuk menjaga otot agar tidak cedera. Karena dengan keadaan menahan haus dan lapar selama 8 sampai 10 jam, latihan Anda tidak akan berjalan maksimal karena tenaga akan lebih cepat habis. Untuk itu Anda harus mengatur kembali intensitas latihan. Gunakan beban yang lebih ringan dari biasanya dengan mengurangi intensitas latihan dan repetisinya.

3. Sesuaikan Waktu Latihan

Mungkin biasanya Anda latihan satu atau dua kali dalam sehari. Namun jika Anda berlatih dua kali sehari saat berpuasa, mungkin latihan tersebut justru akan mengganggu puasa Anda. Untuk itu cobalah berlatih di saat waktu yang tepat. Misalnya berlatih di pagi hari, ketika cadangan karbohidrat Anda masih tinggi, atau sebelum berbuka puasa. Jangan menunggu setelah berbuka puasa atau setelah tarawih, karena setelah mengkonsumsi banyak makanan pastinya Anda justru akan merasa malas dan mengantuk. Seperti yang diwartakan beritasatu.com, Spesialis kedokteran olahraga dari Rachmad Wishnu Hidayat, SpKO menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melakukan latihan fisik di saat puasa adalah sore hari menjelang waktu berbuka. Karena keluarnya cairan dari tubuh dapat digantikan saat berbuka puasa.

4. Pastikan Cairan Tubuh Tercukupi

Selain latihan, nutrisi juga penting bagi Anda saat berolahraga. Cairan adalah aspek penting untuk tubuh. Mungkin saat tidak berpuasa Anda dapat minum sebanyak yang diperlukan tubuh Anda. Namun saat puasa, nutrisi itu penting sekali untuk menjaga kebutuhan cairan agar tetap tercukupi. Jangan tunggu tubuh merasa haus untuk minum. Terlebih bagi Anda yang hidup didaerah beriklim panas. Jumlah air yang harus dikonsumsi sendiri adalah 8 gelas air (2 liter).
“Secara umum, jumlahnya bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) minuman sehari, terutama air putih. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat bebuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur,” tutur Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Gurus Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis, (4/8/2011) yang diwartakan dari kompas.com.

5. Jangan Makan Berlebihan di Malam Hari

Kebanyakan setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan, berat badan justru malah naik. Padahal siang hari mereka tidak makan dan minum. Hal itu karena menu makanan pada saat berbuka puasa adalah goreng-gorengan dan makanan manis yang mengandung kalori yang besar. Selain itu karena sudah seharian berpuasa, berbuka merupakan ajang balas dendam untuk menikmati segala makanan yang ada hingga perut merasa sangat kenyang. Untuk itu selain tetap berlatih, Anda perlu memilih dan mengontrol kalori makanan yang Anda konsumsi saat berbuka puasa untuk mencegah lonjakan berat badan yang tidak diinginkan. Seharusnya bulan puasa adalah saat yang tepat untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tetapi kualitas tubuh dan otot tidak menurun.

Demikian tips bagi Anda yang ingin berolahraga dan latihan membentuk otot selama menjalankan puasa Ramadhan. Semoga Bermanfaat dan jangan malas berolahraga baik laki-laki dan perempuan.