Tenang Hadapi New Normal dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi (#1)

Tenang Hadapi New Normal dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi (#1) Bersiap Hadapi New Normal, Pemkab Blitar Gelar Webinar Teknologi Informasi

COVID-19 yang muncul di akhir tahun 2019 merubah tatanan dunia, baik di bidang social, ekonomi, pemerintahan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Sampai dengan saat ini belum diketahui kapan virus ini akan berakhir dan berapa lama lagi waktu yang diperlukan untuk menuntaskannya.

Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/5/2020), bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, meminta masyarakat Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan COVID-19, menerapkan kebiaasaan baru (new normal) menerapkan protokol kesehatan sampai ditemukannya vaksin yang efektif. New normal merupakan langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Mengutip pemaparan Ir. Khakim Ghazali, MMT., Dosen Departemen Teknologi Informasi ITS, Teknologi Informasi berperan penting dalam penerapan new normal. Setidaknya ada 3 persyaratan pokok penerapan new normal, yaitu penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan, entitas pemerintah maupun swasta memiliki jejaring kesehatan untuk kegawat-daruratan, dan disiapkannya tatalaksana penanganan COVID-19.

Pemanfaatan TI untuk memantau penyebaran COVID-19 dapat dilakukan melalui aplikasi yang menyediakan layanan data penderita berbasis lokasi, pemasangan gelang elektronik pada penderita, memanfaatkan seluler untuk notifikasi jika berdekatan dengan penderita, hingga penyediaan layanan tes mandiri untuk identifikasi gejala COVID-19.

Untuk mendukung jejaring kesehatan pemanfaatan IT dapat dilakukan dengan penyediaan layanan berbasis mobile/internet yang dapat diakses dan terintegrasi dengan seluruh pabrik dan pusat bisnis, dilengkapi dengan CCTV yang terintegrasi hingga layanan dialog langsung untuk mempercepat koordinasi.

Sedangkan untuk mendukung tata laksana penanganan COVID-19, pemanfaatan IT dapat dilakukan dengan pengembangan layanan berbasis lokasi, database warga yang telah di tes covid-19, hasil pengujian covid-19, data pasien sembuh, pergerakan penderita covid-19, monitoring beban fasilitas kesehatan hingga system rujukan pasien.