Ratusan Pasien Corona Sembuh meski menyandang Julukan Wuhan-nya Indonesia

Ratusan Pasien Corona Sembuh meski menyandang Julukan Wuhan-nya Indonesia Kasus corona di Provinsi Jawa timur satu bulan terakhir melesat hingga menduduki peringat pertama kasus positif di Indonesia. Penanganan virus corona di Jawa timur kini menjadi sorotan terutama di surabaya. Belum lama ini, Surabaya ditetapkan sebagai zona hitam atau black zone dengan catatan pasien tertinggi di jawa timur maupun di seluruh kota/kabupaten di indonesia. (img: klikwarta)

Ratusan Pasien Corona Sembuh meski menyandang Julukan Wuhan-nya Indonesia – Kasus corona di Provinsi Jawa timur satu bulan terakhir melesat hingga menduduki peringat pertama kasus positif  di Indonesia. Penanganan virus corona di Jawa timur kini menjadi sorotan terutama di surabaya. Belum lama ini, Surabaya ditetapkan sebagai zona hitam atau black zone dengan catatan pasien tertinggi di jawa timur maupun di seluruh kota/kabupaten di indonesia.

Hal ini membuat Pemerintah kota Surabaya khawatir dengan meledaknya angka pasien setiap harinya. Pemerintah tengah memutar otak agar penyebaran virus corona dapat dikendalikan dan jumlah pasien segera menurun. Bahkan, baru baru ini Banyak menyebut Surabaya menjadi Wuhan-nya Indonesia karena jumlah pasien yang terus bertambah. Namun tak lama julukan tersebut. Dalam 5 hari 519 pasien di Surabaya di nyatakan sembuh per tanggal 1-5 Juni 2020.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 meningkat signifikan dalam lima hari terakhir. Menurut Risma, peningkatan jumlah pasien sembuh tak lepas dari upaya testing, tracing, and therapy (3T) yang dilakukan Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya didukung mobil laboratorium dari BNPB dan BIN untuk melakukan rapid test dan tes swab massal selama tujuh hari terakhir di berbagai titik.

“Adanya dukungan mobil PCR (polymerase chain reaction) ini yang menjadi salah satu indikator peningkatan kesembuhan pasien itu,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (5/6/2020). Risma senang jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ia yakin tren itu bisa terjaga.

Sebab, Surabaya telah memiliki mobil PCR untuk memeriksa sampel cairan tenggorokan atau swab pasien positif Covid-19. Imbuhnya. Risma mengingatkan seluruh pasien positif yang sembuh menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan angka kesembuhan meningkat menurut Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita. Salah satunya, dukungan moril petugas medis di rumah sakit dan pusat karantina. Dukungan itu membuat pasien menjadi gembira. Selain itu, Febria menekankan pentingnya keberadaan mobil laboratorium PCR milik BIN dan BNPB untuk mendukung peningkatan angka kesembuhan pasien.

Sebab, pasien positif Covid-19 baru dinyatakan sembuh setelah dua kali mendapatkan hasil negatif berdasarkan tes swab. Sementara, pemeriksaan sampel cairan tenggorokan pasien Covid-19 tertunda karena keterbatasan alat.

Kini, kendala itu telah teratasi. Pemkot Surabaya bisa memangkas waktu pemeriksaan sampel swab pasien positif Covid-19.