Covid-19 Jadikan Trend Teknologi Berikut Alami Persaingan Ketat!

Covid-19 Jadikan Trend Teknologi Berikut Alami Persaingan Ketat! Trend Teknologi Yang Alami Persaingan Ketat! (img: forbes)

Tren Teknologi Dibawah Kendali Pandemi Covid-19 Terus Dominasi Dikehidupan Sehari-hari. Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 seakan membuat sebuah era peradaban baru, mode kehidupan baru serta bisnis baru yang kini telah mengadopsi secara umum pola perilaku manusia dimana mengharuskan kita untuk bekerja, belajar, berbelanja, dan berinteraksi secara virtual maupun daring (online). Tak hanya itu, Virus Corona seakan telah menjadi pendorong percepatan adopsi teknologi guna mendukung pola kehidupan baru manusia.

Konsultan sekaligus penulis di BDO (Binder Dijker Otte) dalam laporannya bagaimana Covid-19 mempercepat bertumbuhnya ekonomi digital, “Perusahaan dengan strategi bisnis yang kalah saing sebelum era pandemi, kini mereka sekarang berada dalam kesempatan untuk melompati para kompetitornya yang kurang agresif”. Dalam hal ini, Covid-19 tidak mengecilkan tantangan yang mereka hadapi saat ini.

Terobosan percepatan pertumbuhan teknologi
Seperti yang dilansir dari CNBC telah menyimpulkan, bahwasannya ada sekitar 50 perusahaan disruptif, dua diantaranya adalah Grab dan Gojek yang sedang gencar menggagas inovasi baru untuk menggantikan cara kerja mereka lama mereka. Perusahan-perusahaan tersebut juga bekerja sama dalam pembuatan pusat data Covid-19 untuk bersinergi dan bahan penelitian untuk bertukar wawasan.

Dari segi kemampuan saat ini Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence) dan Mesin Pembelajaran (Machine Learning) telah mendominasi berkembangnya teknologi di sektor perawatan medis untuk melawan virus. Selain itu 19 dari 50 Perusahaan disruptif mengemukakan bahwa teknologi Komputasi Awan (Cloud) sangat penting dalam perannya sebagai dasar untuk menjalankan bisnis, seperti halnya komunikasi virtual. Sedangkan 9 Perusahaan mengatakan bahwa mereka bergantung pada keamanan yang ada pada perangkat lunak (Software) karena beranggapan bahwa pola kerja dari rumah (WFH) dipastikan akan memicu orang untuk melakukan tindakan secara virtual yang memungkinkan terjadinya kejahatan siber.

Pandemi ini juga mempercepat adopsi teknologi dibidang finansial (Fintech), dimana membuat aplikasi pembayaran online adalah salah satu tren adopsi yang juga naik seiring akibat dari perubahan ekonomi pada pola kehidupan yang mengharuskan seseorang tinggal dan bekerja dari rumah.

Lonjakan berikutnya terdapat pada pelaku perdagangan secara online yang semakin bertambah dan mengharuskan pihak pengecer harus mengirimkan barang ke pelanggan lebih cepat. Disinilah otomatisasi berupa robot berperan sebagai pensortir barang menggantikan tenaga manusia.

Harapannya kedepan para petinggi perusahaan tidak hanya berkompetisi, namun juga bersinergi untuk saling menciptakan pelayanan yang lebih baik.

Sumber: cnbc