Deteksi Covid 19 Dengan Tes Antibodi Yang Perlu Kamu Tau

Deteksi Covid 19 Dengan Tes Antibodi Yang Perlu Kamu Tau Ilustrasi Rapid Test Covid-19 (Deteksi Covid 19 Dengan Tes Antibodi) (img: pexels)

DIWARTA – Sejumlah ilmuwan menemukan bahwa pengaturan waktu untuk tes antibodi Covid-19 penting untuk mendeteksi infeksi pada pasien. Para peneliti mempelajari semua bukti tes keakuratan yang tersedia untuk tes antibodi yang dipublikasi hingga akhir April. Dengan mengombinasikan data dari banyak studi, mereka menunjukkan bahwa tes tersebut tidak cukup akurat untuk memastikan apakah seseorang memiliki Virus Covid-19 jika digunakan untuk dua minggu pertama setelah gejala muncul. Baca juga: Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Apa Itu Covid-19 (Corona)?
Seperti diwartakan dari laman who.int, Pengertian (Covid-19 / Corona) / Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Berapa Jumlah Kasus Covid-19 Setiap Hari?
Peningkatan jumlah kasus COVID-19 setiap hari yang kian cepat sangat membutuhkan peran kunci dalam deteksi awal melalui testing yang cepat (Rapid Test Covid-19) baik melalui antibody rapid test maupun RT-PCR test. Deteksi dini ini memungkinkan pemberian perawatan tepat waktu, khususnya pada titik awal serangan COVID-19, sebelum serangan dahsyat terjadi terhadap paru-paru. Pada akhirnya, deteksi dini dan tepat waktu akan meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi angka kematian.

Namun, para peneliti juga mengkhawatirkan keakuratan menjadi lebih rendah ketika tes digunakan dalam komunitas, karena tes sebagian besar dievaluasi dalam pasien yang dirawat di rumah sakit. Itu membuatnya tidak jelas apakah tes bisa mendeteksi kadar antibodi yang lebih rendah yang terkait dengan penyakit Covid-19 asimtomatik atau gejala lebih ringan.