Evaluasi Penanganan Covid-19, Pemkab Blitar Gelar Vidcon dengan Wilayah

Evaluasi Penanganan Covid-19, Pemkab Blitar Gelar Vidcon dengan Wilayah Ilustrasi Rapid Test Covid-19 (Deteksi Covid 19 Dengan Tes Antibodi) (img: pexels)

Menyikapi semakin meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar video conference (vidcon) dengan wilayah. Vidcon ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan koordinasi penanganan covid-19. Acara berpusat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar di Kanigoro, dengan dipimpin oleh Bupati Blitar, Rijanto dan didampingi oleh Wakil Bupati Blitar, Kapolres dan Kapolresta Blitar, Dandim, dan Komandan Kodim 0808. Vidcon diikuti oleh Kepala OPD, Forkopimcam, dan Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Blitar.

Perkembangan data covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar terus mengalami peningkatan  jumlah positif covid-19. Data terakhir per- 6 Juli 2020, confirmed covid-19 sebanyak 39 orang, terdiri dari sembuh sebanyak 20 orang, meninggal 6 orang, dan dalam observasi sebanyak 13 orang.  Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 75 orang dengan keadaan yang selesai dipantau sebanyak 43 orang, meninggal dunia 23 orang dan dirawat 9 orang. Penambahan jumlah positif covid-19 yang cukup signifikan pasca lebaran ini rata-rata disebabkan oleh para pemudik yang kembali dari daerah episentrum covid seperti Surabaya, Sidoarjo dan Jabodetabek.

Setidaknya ada 3 faktor faktor yang menjadikan perkembangan jumlah positif covid-19 terus meningkat di Kabupaten Blitar, diantaranya :

  • Pelaksanaan karantina mandiri yang dilaksanakan oleh pemudik tidak benar-benar berjalan efektif karena tingkat kedisiplinan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan yang kurang optimal.
  • Himbauan larangan mudik yang disampaikan pemerintah ternyata tidak dipatuhi oleh masyarakat, Jumlah pemudik yang masuk ke Blitar sampai dengan tanggal 4 Juni 2020 sebanyak 19.015 orang dan mayoritas berasal dari Jabodetabek, Surabaya Raya dan Bali.
  • Pelaksanaan sosialisasi PHBS dan protokol kesehatan mencegah covid-19 tidak benar-benar dipatuhi oleh masyarakat.

Memperhatikan kondisi tersebut Bupati menghimbau kepada seluruh camat agar memerintahkan Kepala Desa/Lurah masing-masing untuk kembali mengevaluasi data para pemudik yang datang ke desa/kelurahan masing-masing dan bersama Babinsa dan Babinkamtibmas serta relawan gugus tugas desa untuk memantau kembali keberadaan pemudik di masing-masing wilayah khususnya bagi pemudik yang berasal dari Surabaya dan Jabodetabek. Bupati juga mengajak seluruh camat, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk memanfaatkan satgas Kampung Tangguh yang telah ada untuk membantu memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pemudik dan keluarganya serta masyarakat untuk benar- benar menjaga agar tidak tertular virus corona dengan mematuhi protokol kesehatan.