Bersiap Jalankan New Normal Pariwisata, Pemkab Blitar Serahkan Bantuan Alat Protokol Kesehatan kepada Pelaku Usaha Wisata

Bersiap Jalankan New Normal Pariwisata, Pemkab Blitar Serahkan Bantuan Alat Protokol Kesehatan kepada Pelaku Usaha Wisata Industri Pariwisata Kampung Coklat Blitar

Pariwisata merupakan salah satu potensi ekonomi Kabupaten Blitar yang sangat terdampak oleh Covid-19. Sampai dengan saat ini, semua destinasi wisata terpaksa harus tutup hampir 4 bulan lamanya. Seiring dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai tatanan kehidupan baru atau new normal, Pemkab Blitar bersama-sama dengan para pelaku usaha wisata mulai mempersiapkan kembali pembukaan jasa wisata. Sebelumnya, untuk sektor pariwisata Pemkab Blitar telah memberikan berbagai program diantaranya bantuan sosial sembako kepada para pedagang di kawasan wisata.

Bertempat di Kampung Coklat, Plosorejo Kademangan, pada minggu (12/7), Pemerintah Kabupaten Blitar menyerahkan bantuan kelengkapan protokol kesehatan kepada para pelaku usaha jasa pariwisata di Kabupaten Blitar. Acara ini dihadiri oleh Bupati Blitar, Rijanto, anggota Forkopimda, anggota Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Blitar, dan perwakilan pengelola jasa usaha pariwisata di Wilayah Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Rijanto, bupati yang terkenal dengan slogannya “kita kompak bisa!”,  mengajak kepada semua pelaku usaha pariwisata untuk senantiasa bekerja keras, bahu-membahu, menjalani adaptasi tatanan baru atau kehidupan new normal di semua sektor kehidupan, termasuk sektor pariwisata dan berupaya agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Pada acara tersebut secara simbolis dibagikan kelengkapan protokol kesehatan bagi para pengelola destinasi wisata, hotel dan restoran, biro perjalanan wisata, dan pemandu wisata. Diharapkan bantuan tersebut dapat digunakan secara maksimal dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di tempat-tempat wisata dan usaha wisata lainnya.

Labih lanjut Rijanto berharap, karena bantuan tersebut bersifat stimulan, diharapkan pelaku usaha dapat menyiapkan peralatan lainnya secara mandiri, termasuk meyiapkan SDM-nya dalam pelayanan wisata serta menerapkan protoKol kesehatan secara ketat dan disiplin.