Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem

Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Melelehnya Gunung ES akibat Pemanasan Global (img: unsplash/@altocrew)

Pemanasaan global (global warming) atau sekarang lebih dikenal sebagai perubahan iklim global (climate change) adalah memanasnya iklim bumi secara umum. Memanasnya bumi telah diobservasi peneliti sejak tahun 1950-an dan terus bertambah panas sejak itu. Selain bertambah panas dari tahun ke tahun, di beberapa wilayah di bumi mengalami perubahan cuaca yang ekstrim. Oleh karena itulah fenomena ini disebut juga sebagai perubahan iklim global (climate change).

Pamanasan global adalah suatu proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi. Suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi meningkat 0,74 0,18C selama status terakhir. Dampak pamasan global juga mempengaruhi aktifitas manusia pemanasan global tidak dapat dilepaskan dari fenomena pencemaran udara di dunia. Volume gas dan rumah kaca dikeluarkan oleh bahan bakar fosil, pembukaan lahan dan aktivitas manusia lainnya.

Dampak Pemanasan Global

Dampak Pemanasan Global (unsplash/@bill_oxford)

Akibat dari pemanasan global, sangatlah berdampak bagi kehidupan di bumi ini. Salah satunya yaitu berdampak pada ekosistem yang ada. Ekosistem adalah kesatuan fungsional antara mahluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi sangat erat dan saling memengaruhi. Kehidupan mahluk di bumi terdiri dari beberapa ekosistem. Dalam ekosistem tersebut kumpulan mahluk hidup saling mempertahankan diri dan berkaitan satu dengan yang lain. Berikut beberapa dampak yang timbul akibat pemanasan global :

1.Mencairnya Es di Kutub

Naiknya suhu di udara dan di dalam laut akan membuyat es di kutub-kutub bumi mencair. Mencairnya es-es tersebut akan meningkatkan volume air laut.

2.Naiknya Permukaan Air Laut

Naiknya permukaan air laut disebabkan oleh mencairnya es di kutub-kutub bumi. Lama-kelamaan, hal ini akan menyebabkan banjir di wilayah sekitar. Bahkan, dapat membuat pulau-pulau kecil tenggelam.

3.Meningkat dan meluasnya kekeringan.

Meskipun mungkin adanya hujan dan banjir di Savannah, kekeringan yang parah terjadi di bagian lain di dunia. Ketika suhu hangat, keberadaan kekeringan telah meningkat di bagian barat Amerika Serikat. Kekeringan juga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di Indonesia. Penguapan skala besar menjadi penyebab utama kekeringan di banyak tempat, terutama Afrika. Kekeringan yang berpoentsi menyebabkan gagal panen dapat menyebabkan malnutrisi.

4.Meningkatnya Suhu Air Laut

Terjadinya pemanasan global ditandai dengan kenaikan suhu di permukaan bumi, termasuk di dalam laut. Hal ini dapat membuat makhluk hidup yang hidup di dalamnya mati sehingga terjadi ketidakseimbangan ekosistem.

5.periode musim yang lebih panjang atau pendek.

Perubahan peiode berlangsungnya musim, misalnya musim semi, gugur, hujan, bisa terjadi lebih cepat dan lebih cepat, atau lebih lama dan lebih lama.

6.Rusaknya ekosistem laut. Kondisi terumbu karang dunia terus berkurang dan rusak akibat pemanasan global. Sekali terumbu karang terpengaruh, seluruh ekosistem yang berkembang menjadi usang, termasuk penurunan sektor perikanan.

7.Rantai makanan di dalam ekosistem. Perubahan pola waktu dan durasi migrasi burung migran, hibernasi memakan waktu lebih lama. Akibatnya, seluruh rantai makanan bisa terganggu.

8.Rusaknya Terumbu Karang

Pemanasan global akan membuat suhu dan keasaman air laut. Kedua hal ini akan membuat terumbu-terumbu karang mengalami pemutihan dan lama-kelamaan akan rusak, bahkan hilang. Rusaknya terumbu karang akan membuat ekosistem laut menjadi tidak seimbang serta flora dan fauna laut akan mati.

Itulah beberapa dampak dari pemanasan global. Untuk itu, kita harus berusaha menekan efek dari pemanasan global melalui aktifitas kita sehari-hari.