TOP News
Home » Regional » Zona Merah Untuk Kabupaten Blitar, Apa Indikatornya?

Zona Merah Untuk Kabupaten Blitar, Apa Indikatornya?

BLITAR – Kenaikan Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar semakin bertambah setiap harinya. Dilansir dari instagram @pemkab_blitar pada tanggal 9 Agustus 2020 menyatakan bahwa terdapat 291 Confirm, 1303 Suspek dan 170 sembuh.

Menurut peta persebaran Covid19.go.id, Senin (10/8/2020) Kabupaten Blitar masuk ke dalam daerah zona merah. Satgas Covid-19 mengklarifikasikan zona menjadi empat bagian.

Untuk mengklasifikasikan zona yang sesuai, penilaiannya berdasarkan dari empat sub-indikator dengan keterangan sebagai berikut:
1. Kasus jumlah penderita positif selama setidaknya 14 hari;
2. Jumlah ODP/PDP selama setidaknya 14 hari;
3. Jumlah kematian yang dimakamakn dengan protokol Covid-19 selama setidaknya 14 hari; dan
4. Penularan langsung Covid-19 pada petugas kesehatan.

Grafik dari masing-masing setiap sub-indikator tersebut memiliki nilai masing-masing, yaitu menurun (bernilai 25), mendatar (bernilai 20), dan meningkat (bernilai 15).
Setelah itu, nilai dari sub-indikator tersebut dijumlahkan, dan totalnya bisa diklasifikan menjadi satu dari tiga klaster berikut ini:
1. Zona hijau. Daerah yang kondisi epidemologisnya menurun atau rendah dengan hasil skor pemetaannya 100;
2. Zona kuning. Daerah yang kondisi epidemologisnya mendatar atau sedang dengan hasil skor pemetaannya 80 sampai 95;
3. Zona merah. Daerah yang kondisi epidemologisnya meningkat atau tinggi dengan hasil skor pemetaannya 60-75;

Berikut 15 indikator penentuan zona aman yang disebut sebagai basis data menuju masyarakat produktif dan aman dari covid-19.

1. Penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu terakhir dari puncak terjadinya kasus penularan covid-19.
2. Penurunan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) selama dua minggu terakhir.
3. Penurunan jumlah kasus meninggal dari kasus positif selama dua minggu terakhir.
4. Penurunan jumlah kasus meninggal dari ODP dan PDP selama dua minggu terakhir.
5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit selama dua minggu terakhir.
6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit selama dua minggu terakhir.
7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif selama dua minggu terakhir.
8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP selama dua minggu terakhir.
9. Laju insidensi kasus positif per 100 ribu penduduk.
10. Angka kematian per 100 ribu penduduk.
11. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu.
12. Positivity rate (kasus positif) lebih rendah dari lima persen atau diambil dari seluruh sampel yang diperiksa dengan proporsi positif hanya lima persen.
13. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif covid-19.
14. Jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan mampu menampung sampai lebih dari 20 persen jumlah PDP, ODP, dan pasien positif covid-19.
15. Rt atau angka reproduksi efektif lebih rendah dari satu.






Advertisement

Comments

EDITOR CHOICE

Beda Rapid Test Antibodi, Antigen dan PCR Test

Beda Rapid Test Antibodi, Antigen dan PCR Test

Pemerintah saat ini telah mengeluarkan syarat baru bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar kota dengan menyertakan hasil Rapid Test Antigen. Selain Rapid Test Antigen, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah Rapid Test Antibodi dan PCR Test. Masing-masing test tersebut digunakan untuk mendeteksi adanya virus covid19. Yuk kenali perbedaannya berikut ini: Rapid Test Antibodi Rapid Read More »

Istilah Seputar Vaksin Yang Wajib Kamu Ketahui

Istilah Seputar Vaksin Yang Wajib Kamu Ketahui

Saat ini pengembangan vaksin Covid-19 sedang dilakukan di berbagai penjuru dunia. Banyak informasi yang memberitakan terkait vaksin, jenis vaksin, hingga aktivitas pengembangannya. Agar tidak bingung istilah vaksin, vaksinasi, imunitas, dan imunisasi, yuk kenali pengertiannya sebagai berikut: Vaksin, merupakan produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi system kekebalan tubuh Vaksinasi, merupakan Read More »

Wajib Tau Wisata di Jakarta : Museum Nasional / Museum Gajah

Wajib Tau Wisata di Jakarta : Museum Nasional / Museum Gajah

Museum di Jakarta satu ini dulunya disebut Museum Gajah lantaran keberadaan patung gajah ikonik yang berada di luar gedung. Di dalam Museum Nasional ini kamu bisa mempelajari berbagai macam hal, mulai dari berbagai prasasti dan juga arca-arca peninggalan yang ada di Indonesia hingga berbagai kerajinan dan kebudayaan purba yang ada di Indonesia. Museum Nasional Republik Read More »

Mengenal RUU Cipta Kerja Bagian Dari Omnibus Law

Mengenal RUU Cipta Kerja Bagian Dari Omnibus Law

Sejak Februari 2020, pada mulanya RUU Cipta Lapangan Kerja (CiLaKa) ini sudah dikenal seantero Indonesia dan diganti menjadi RUU Cipta Kerja atau RUU Ciptaker.  Pergantian nama ini karena frase dari “Cipta Lapangan Kerja” terkesan menyalahkan kosntitusi. RUU Ciptaker ini bagian dari Omnibus Law yang di rancang oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (2019 -2023) yang memiliki Read More »

Cara Video Call Bersama 50 Orang Menggunakan WhatsApp Web.

Cara Video Call Bersama 50 Orang Menggunakan WhatsApp Web.

Taukah anda bahwa WhatsApp kini memiliki kemampuan untuk Video Call hingga 50 orang. Baru baru ini pihak WhatsApp telah memperbarui layanannya dengan menambah jumlah Video call yang sebelum nya hanya 2 lalu berkembang menjadi 8 orang dan kini WhatsApp tak tanggung-tanggung menambah pengguna Video Call hingga 50 orang.  Hal ini merupakan salah satu fitur terbaru Read More »